Kamis, 10 Januari 2008

Maegga ade" mattettei seddi, ri sulawesi

SULAWESI SELATAN.
Adalah salah satu pulau yang berada dalam naungan NKRI, yang dulunya dikenal dengan nama celebes, dimana masyarakatnya hidup dalam berbagai keragaman tradisi adat dan budaya.

Jika masyarakat luar mengenal Sulawesi selatan, dengan suku bugis dan makassar, namun lain halnya jika kita telah menginjakan kaki di pulau yang letaknya berada ditengah-tengah kepulauan indonesia ini.

Di daratan sulawesi selatan, tentunya dihuni dengan berbagai suku yang tentunya memiliki beraneka ragam tradisi adat dan budaya, dimana masing masing daerah memiliki tradisi adat yang berbeda-beda.

Di tana ugi atau lebih dikenal dengan tana bugis, memiliki beraneka ragam tradisi adat dan budaya, dimana tana ugi, mencakup daerah, maros, soppeng, sidrap, bone, sinjai, pinrang, pangkajene, barru, pare-pare, wajo, bulukumba dan bantaeng.

Sementara suku makassar, atau dikenal dengan sebutan mangkassara, juga memiliki tradisi dan keaneka ragaman budaya, jika kita perpedoman dari bahasa yang digunakan sehari-hari masyarakatnya, maka empat daerah yang bahasanya mirip yaitu, daerah jeneponto, takalar, gowa dan makassar.

Selain suku bugis-makassar, disulawesi selatan, juga ada daerah yang mempunyai bahasa, tradisi dan adat istiadat yang berbeda, yaitu luwu dan tana toraja.

Masyarakat tana toraja, memiliki bahasa dan tradisi adat yang jauh berbeda dari masyarakat suku bugis dan makassar.

Sementara di tana luwu yang kini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten, yaitu luwu, luwu utara, luwu timur, dan kota palopo. masyarakatnya menggunakan bahasa sehari-hari yaitu bahasa luwu, yang pengucapan dan intonasinya, sedikit ada kemiripan dengan bahasa toraja.

Namun sebagian juga masyarakat luwu mengunakan bahasa bugis, diluar dari penduduk jawa, bali, dan madura, serta flores, yang didatangkan ketana luwu dalam program pemerintah yang disebut transmigasi, dan kini juga suda mulai banyak bermukim ditana luwu, khususnya di daerah luwu timur dan luwu utara.

Lain halnya di kabupaten enrekang, bahasa sehari-hari masyarakatnya, juga memiliki dialek yang berbeda dari bahasa daerah lain, dimana bahasa yang masyarakat masenreng pulu gunakan, adalah perpaduan antara bahasa toraja dan bugis.

hal ini mungkin diakibatkan karena daerah enrekang, letaknya berada ditengah-tengah atau perbatasan antara kabupaten pinrang, yang mana masyarakatnya menggunakan bahasa bugis, dan perbatasan kabupaten tana toraja, di mana masyarakatnya sangat kental menggunakan bahasa toraja.

Dengan banyaknya daerah yang ada disulawesi selatan, tentunya membuat daerah ini dihiasi dengan beraneka ragam tradisi adat dan budaya, yang selalu dituangkan oleh masyarakatnya dengan kreativitas seni musik dan tari tradisional.

Tidak ada komentar: